Heboh, Teror Sayat Paha Menghantui Para Wanita Di Bali - SEPUTAR BERITA
BANNER 728X90

Tuesday, September 6, 2016

Heboh, Teror Sayat Paha Menghantui Para Wanita Di Bali

Heboh, Teror Sayat Paha Menghantui Para Wanita Di Bali

 AGEN POKER DOMINO CEME DAN CAPSA TERBAIK DI INDONESIA AGENPOKER.BIZ

AGEN POKER  - Ida Ayu Krisna Maharani (22) sesekali masih merasakan sakit akibat luka di sayatan di paha kanannya. Warga Jalan Tukad Baru, Gelogor Carik, Denpasar itu menjadi korban teror sayat paha yang dilakukan oleh pemotor misterius. Kejasian yang dialami Ayu ini berawal ketika dirinya berboncengan dengan seorang teman menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan, dia mampir untuk membeli makan di Pasar Kreneng, Denpasar.

AGEN POKER DOMINO INDONESIA - Ketika menuju pulang, ia di buntuti oleh sosok pria yang tak ia kenal dengan menggunakan sepeda motor, setiba di seberang jembatan ia dipepet oleh pria misterius tersebut. "Saya hanya dipepet saja, tidak diadang atau ditodong. Saat itu terasa seperti ada yang menggores paha saya. Baru sadar setelah orang menghilang dan saya pegang paha ternyata penuh darah," ungkap SPG saat ditemui di indekosnya, Selasa (6/9).

BANDAR CEME INDONESIA -
 Saat kejadian memang sekitar TKP sepi dan gelap, waktu itu sekitar pukul 03.30 WITA. Lantaran luka sayat yang cukup parah, Ayu pun harus dilarikan ke RSUP Sanglah siang kemarin. "Dijahit 17 jahitan, saya kira tidak separah ini. Panjang goresan 22 cm dalamnya tidak tau saya. Saat kejadian saya sempat teriak, orang itu lari kehilangan jejak saya," akunya.


GAME CAPSA ONLINE - Diduga sang pelaku menggunakan pisau cutter ketika menyayat paha Ayu. Sempat sebelumnya juga seorang wanita bernama Komang Ayu Lasmini (30). Ia juga menjadi korban penyayatan paha ketika hendak berangkat kerja di pagi yang buta. Akibat kejadian tersebut ia harus dijahit 31 jahitan dari dokter. Kasus ini terus mengadakan korban baru dan kebanyakanya diantaranya ialah kaum Hawa. Polisi pun diminta untuk segera menyelidiki dan menangkap pelaku teror yang masih bergentayangan.

No comments:

Post a Comment